Selasa, 29 Januari 2013

Di Ujung Jalan


Satu, dua, dan terus melangkah
Menjadi saksi pada langit tembaga
Atau pada kuncup yang menghadirkan kelopak
Pada musim yang selalu berganti
Apa yang menunggu di ujung jalan?

Kata mereka, ‘berjuanglah’
Bahwa ada yang tak sabar menanti di sana
Meski sudah lelah kau menapak
Pada ujung yang belum nampak kini
Satu deru yang tertahan, kesal
Apa yang menunggu di ujung jalan?

Ada masanya saat kita menyusun kerikil bersama
Untuk lompat atau pun berpijak
Pada tanah basah yang wangi
Atau saling mengulurkan tangan
Untuk kembali lanjutkan perjalanan
Apa yang menunggu di ujung jalan?

Sering kita berbelok untuk rintangan yang berbeda
Pada titik-titik peristirahatan
Jalanmu mungkin lebih mudah
Tapi aku mengejar untuk ujung yang sama
Apa yang menunggu di ujung jalan?

Kalau kau tanya padaku apa yang menunggu
Aku pun tak mengerti, tapi
Bisakah kalau kujanjikan aku akan ada
Pada tiap perhentian
Ya, hanya aku kujanjikan
Bisakah?

2 komentar: